Bagaimana Mahasiswa Dapat Memulai Bisnis Sejak Dini

Bagaimana Mahasiswa Dapat Memulai Bisnis Sejak Dini

Apakah Anda sedang berpikir untuk membuka usaha ?
Jika Anda sudah melakukannya, atau memilki perencanaan untuk itu, 3 tahun yang  Anda miliki di dunia perkuliahan Anda merupakan hari-hari terbaik untuk mewujudkannya.

Kebebasan, stimulasi pengetahuan, waktu bersantai, dan semua kebebasan di masa perkuliahan bisa Anda manfaatkan.

Dan sekali lagi, mereka yang telah menekuni dunia bisnis sejak kuliah mungkin tidak akan merasa berat dalam membiayai perkuliahan mereka, atau tagihan kartu kredit, atau biaya kuliah lainnya, dan sebagainya.

Memulai bisnis sendiri sedari kuliah sangat mudah, dan bahkan menyenangkan.

Jika Anda masih dalam duniah kuliah, atau Anda baru saja lulus kuliah, sekarang adalah saat yang paling tepat dan paling memungkinkan untuk memulai suatu Bisnis.

Pikirkanlah, Anda tidak akan rugi. Ini tidak seperti saat Anda mempertaruhkan seluruh modal, waktu dan tenaga untuk pekerjaan Anda, dan ini tidak seperti saat Anda harus menghidupi sebuah keluarga.

Kesempatan memulai bisnis sejak kuliah tidak akan mudah didapatkan. Ini adalah kesempatan dimana Anda bebas dan bisa membuat kesalahan.

Sebuah Bisnis tidak harus selalu mahal, dan tidak selalu harus menghabiskan seluruh waktu Anda. Di saat teman-teman Anda menghabiskan waktu mereka untuk berhura-hura, Anda bisa mengarahkan passion yang paling Anda kuasai, untuk mencari peluang dalam berbisnis.

Ini tidak semata-mata hanya untuk uang, memulai sebuah Bisnis akan sangat bagus untuk CV anda ke depannya. Bayangkanlah betapa sebuah perusahaan akan sangat terkesan saat Anda memberitahukan kepada mereka kalau Anda sedang atau pernah membuka sebuah Bisnis.

Di saat orang-orang yang baru lulus sulit untuk mencari pekerjaan, memiliki perusahaan akan menambah pengalaman dan pengetahuan Anda yang akan menjadi nilai plus dibandingkan pesaing lainnya.

Jadi, apa yang Anda tunggu? Mulailah!
Sebagai seorang murid, memilih jenis bisnis adalah hal yang sangat penting dan harus Anda pertimbangkan sebaik-baiknya. Anda harus mampu untuk menyesuaikan Bisnis Anda dengan passion Anda, serta kemampuan Anda.

Cobalah hal-hal berikut ini:

1. Freelancing

Mulailah untuk mencari perusahaan-perusahaan yang hebat, dan jadilah freelancer mereka. Anda bisa mempelajari sistem pekerjaan mereka, dan mencari pengalaman sebanyak mungkin.

2. Berbisnis lewat eBay
eBay merupakan pasar online yang sangat berpengaruh. Anda bisa meningkatkan Bisnis Anda melalui eBay, karena tidak ada batas uang yang bisa Anda peroleh. Anda tidak membutuhkan gudang penyimpanan, Anda tidak perlu mengurus shipping, dan bahkan Anda tidak perlu memiliki sebuah took atau lokasi bisnis.

3. Pekerjaan yang Tidak Lazim
Sebagai seorang mahasiswa, Anda memiliki kelebihan tersendiri. Anda bisa memanfaatkan waktu luang Anda untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang tidak lazim dan jarang dilakukan orang lain apa lagi di akhir pekan. Anda bisa menjadi tukang bersih-bersih, bahkan pembawa anjing.

4. Mengajar
Fakta dimana Anda seorang mahasiswa berarti bahwa Anda hebat dalam suatu subjek. Gunakanlah kehebatan Anda untuk mengajari adik kelas Anda. Uang yang bisa Anda hasilkan pun tidak sedikit.

5. Bisnis online
Website merupakan alat paling jitu untuk memulai bisnis. Lihatlah eBay. Anda hanya membutuhkan modal yang sangat kecil, Anda tidak membutuhkan tempat dan bahkan toko, jika Anda tidak memiliki keahlian dalam membuat website, Anda bisa meminta orang lain untuk mengerjakannya. Jika Anda bisa sukses memanfaatkan website untuk menjalankan bisnis Anda, Anda bisa kaya mendadak.

Bisnis jenis apa yang harus Anda mulai ?

1. Mulailah dengan Ide Anda
Membuat ide bisnis sangat simple, jika Anda tahu apa yang harus Anda lakukan. Pikirkanlah apa yang paling bisa Anda lakukan. Jika Anda tahu apa yang harus Anda lakukan, ide dengan sendirinya akan datang kepada Anda.

2. Memiliki mitra kerja, atau tidak?
Walaupun sudah dikatakan sejak awal kalau memulai Bisnis itu mudah, namun memulai Bisnis bisa juga menakutkan. Oleh karena itu, Anda harus benar-benar memikirkan apa Anda membutuhkan mitra kerja atau tidak. Tidak hanya Anda bisa membagi rasa takut itu dengan partner Anda, Anda juga bisa memiliki lebih banyak ide dari banyak kepala.

3. Buatlah sebuah rencana Bisnis
Rencana Bisnis adalah hal paling penting yang harus Anda perhatikan. Saat Anda membuat rencana Bisnis, Anda akan benar-benar mengidentifikasi apa yang paling penting untuk Anda, bagaimana strategi-strategi yang Anda jalani, dan sebagainya. Memang merancang rencana Bisnis itu sulit, membutuhkan waktu dan penelitian yang banyak. Untungnya, saat Anda adalah seorang mahasiswa, Anda memiliki banyak waktu dan sumber untuk melakukannya.

4. Mencari Permodalan
Jika Anda beruntung, Anda akan mampu untuk membiayai bisnis Anda dari modal kuliah Anda yang Anda sisihkan. Jika Anda kurang beruntung, Anda bisa melakukan peminjaman sebagai modal. Anda juga dapat memanfaatkan keluarga, teman dan orang-orang disekitar Anda untuk mendapatkan biaya tambahan untuk modal.

5. Bangun Brand Anda
Saat Anda memulai sebuah Bisnis, akan sangat penting untuk membangung Bisnis Anda. Cara yang paling mudah, sekali lagi adalah menggunakan internet. Buatlah website yang menarik, dan bangunlah brand produk Anda dari social media seperti Twitter, Facebook, dan Linkedln. Akan sangat mudah, dan Anda mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat di seluruh dunia.

4 Tips Menggali Ide Bisnis untuk Mahasiswa

4 Tips Menggali Ide Bisnis untuk Mahasiswa

Banyak yang mengatakan bahwa hal tersulit untuk mengerjakan sesuatu adalah memulainya. Sebagai mahasiswa kamu mungkin pernah punya niat untuk berbisnis, tetapi bingung harus mulai dari mana dan bisnis seperti apa yang sebaiknya digeluti.

Kita bisa melihat banyak para pelaku startup yang sukses karena mereka bergerak dengan ide unik dan cerdas. Nah, langkah-langkah berikut bisa kamu lakukan untuk menggali lebih dalam ide-ide bisnis yang baik dan dibutuhkan pasar sebagai modal utama memulai sebuah usaha.

1. Kenali masalah di sekitar

vsetop.com_

Sebuah ide bisnis pasti berangkat dari adanya masalah yang memerlukan solusi. Misalnya Colin Barceloux, Founder BookRenter, pernah merasakan mahalnya harga buku-buku kuliah. Dua tahun setelah lulus, yaitu pada tahun 2007, ia memutuskan untuk mendirikan BookRenter.

Konsep utama untuk menemukan ide adalah kamu perlu memerhatikan permasalahan yang kerap muncul di sekitarmu dan menyadari bahwa belum banyak atau bahkan belum ada solusinya.

“The best startups generally come from somebody needing to scratch an itch” – Michael Arrington, Founder TechCrunch

Misalnya ketika kamu dan teman-teman memerlukan buku-buku referensi untuk perkuliahan, tetapi harganya yang sangat mahal membuat kalian tidak mampu membelinya. Kamu bisa mulai memikirkan untuk membuat sebuah platform atau situs untuk penyewaan ataupun jual beli buku perkuliahan bekas yang masih layak baca.

Karena buku bekas umumnya memiliki harga lebih murah dibandingkan yang baru, situs kamu bisa menjadi alternatif bagi mahasiswa yang kesulitan membeli buku kuliah yang mahal.

2. Update informasi soal startup dan bisnis

fh-kufstein

Informasi tentang dunia startup dan bisnis mudah sekali kita temui sehari-hari baik melalui buku, koran, televisi, dan internet. Media kerap mengangkat cerita di balik pengembangan bisnis-bisnis yang berlandaskan ide segar dan mampu meraih pendapatan tinggi.

Selain itu, informasi mengenai kisah sukses startup juga bisa bisa kamu dapatkan dengan mengikuti seminar dan workshop yang diadakan di kampusmu.

“The world around you is filled with ideas that can be useful” – Andy Boynton, penulis The Idea Hunter

Belakangan kita juga sering mendengar penyelenggaraan acara seputar startup dan bisnis. Tak ada salahnya bagi kamu untuk menengok apa saja bisnis yang sedang berkembang di tanah air sambil melakukan tanya jawab singkat dengan para pelaku startup mereka mengenai detail bisnisnya.

Intinya semakin banyak informasi yang kamu baca dan kumpulkan, secara tidak langsung kamu akan memahami tren dan terpacu pada ide-ide baru yang unik.

Lihat peluang yang sedang berkembang

suppo

Sumber gambar: Chicago Tribune

Dalam dunia bisnis terdapat istilah yang dikenal dengan first mover dan fast follower. First mover adalah orang yang merintis sebuah bisnis dengan konsep yang belum ada sebelumnya.

Sedangkan fast follower adalah orang yang secara cepat mengadopsi ide atau model bisnis yang sedang tren, memodifikasi, kemudian mengembangkannya menjadi lebih efisien dan efektif. Contoh sederhananya adalah GO-JEK sebagai first mover dan GrabBike sebagai fast follower di pasar Indonesia.

Menurut Steve Blank, tidak ada salahnya kamu menjadi seorang fast follower. Kamu tak perlu memikirkan ide dasar serta melakukan riset pasar dari awal lagi.

Fast follower sebaiknya menawarkan solusi atas kelemahan bisnis first mover sehingga pelanggan first mover tertarik untuk beralih. Namun, menjadi fast follower memiliki tantangan tersendiri untuk meraih pasar yang biasanya sudah kuat dikuasai oleh first mover.

Berawal dari kemampuan dan minatmu

alluremedia

Sumber gambar: Life Hacker

Jangan takut menunjukkan dan mengomersialkan apa yang menjadi kemampuan terbaikmu. Misalnya jika kamu memiliki kemampuan desain yang baik, cobalah membuat sebuah marketplace seni. Selain bisa menjual desainmu sendiri, orang lain juga bisa menjual hasil karya mereka.

Ide bisnis juga tidak harus bermodalkan kemampuan teknis semata. Apabila kamu memiliki minat terhadap suatu bidang, misalnya musik, kamu bisa memikirkan untuk membangun sebuah toko online yang khusus menjual hal-hal berkaitan dengan musik, seperti alat musik, CD, hingga merchandise dari artis.

Tony Antonio, rektor Universitas Ciputra, pernah mengatakan bahwa bisnis yang dimulai dari kesukaan akan membuatmu mengerjakannya dengan lebih menyenangkan dan mau belajar dari kesalahan.


Apakah kamu sudah menemukan ide bisnismu?

Jika sudah, saatnya kamu memikirkan lebih detil mengenai model bisnisnya, mulai dari nilai atau keunggulan yang ditawarkan, target konsumen, sumber pemasukkan, hingga tim untuk membantumu mengembangkan bisnis tersebut.

Jangan lupa juga untuk melakukan validasi pasar sebagai langkah awal memastikan idemu benar-benar diterima dan bisa berkembang di masyarakat. Bila masih merasa kesulitan, kamu bisa bergabung dengan inkubator bisnis yang ada di kampusmu. Selamat mencoba!

Sekolah Bisnis Jack Ma Siapkan Mahasiswanya Hadapi Kegagalan

Sekolah Bisnis Jack Ma Siapkan Mahasiswanya Hadapi Kegagalan

Apa kamu tahu kalau Jack Ma mendirikan universitas?

Memang, universitas ini belum begitu terkenal, namun Jack Ma adalah aktor utama di balik berdirinya Lakeside University. Sekolah bisnis ini berlokasi di Hangzhou, Cina. Tahun lalu, Lakeside University baru membuka tahun ajaran baru.

Kini, Lakeside University telah memulai tahun ajaran yang kedua. Jack Ma berkunjung untuk memberikan pidato inaugurasi atau pengukuhan.

Dalam pidatonya, ia memaparkan penjelasan mengenai perbedaan program pengajaran di Lakeside University dengan sekolah bisnis lainnya.

Ada beberapa hal mendasar yang membedakan. Di sini, kami tak mengajarkan para siswa cara meraih kesuksesan. Kami justru menjelaskan bagaimana seseorang bisa gagal.

Semua pelajaran yang kami ajarkan dilatarbelakangi oleh kegagalan, meskipun semuanya tidak melulu soal kegagalan. Inilah aspek unik dalam pengajaran kami.

Saya pernah berkelakar bahwa ada perbedaan besar antara film-film Cina dengan film-film barat. Cina dan negara barat sama-sama menghargai pahlawan.

Namun bedanya, dalam film barat sang pahlawan selalu bertahan hidup hingga akhir cerita. Sedangkan dalam film Cina semua pahlawan gugur.

Di Cina kamu bisa jadi pahlawan jika kamu mati. Kalau begitu adanya, lantas siapa yang mau jadi pahlawan?

Sementara pahlawan dari barat yang gagah perkasa selalu bertahan hidup. Di sekolah ini, kami ingin mengajarkan cara pandang, keingintahuan, dan metode yang seperti itu. Contohnya, mengajari kamu cara bertahan hidup.

Jadi kami ingin para siswa mempelajari kegagalan seseorang, kesalahan apa saja yang mereka lakukan, dan bagaimana mengatasi masalah.

Di antara semua entrepreneur yang ada di sini, apa kita punya keberuntungan? Ya, kita punya keberuntungan. Apa kita punya peluang? Kita juga punya peluang. Secara teori, keberuntungan dan peluang yang dimiliki semua orang takarannya sama.

Namun, ketika cobaan datang menerpa, setiap orang punya reaksi yang berbeda untuk mengatasinya. Kita memerlukan pemikiran yang imajinatif dan independen. Kami berharap semua entrepreneur di Lakeside University punya masa depan yang cerah, sehingga setiap warga Cina percaya pada diri mereka sendiri […]

Namun, semua entrepreneur wajib memiliki keyakinan diri. Sebab dengan memiliki sikap seperti itu, kamu dapat fokus mengejar target, alih-alih terpengaruh untuk mengerjakan berbagai hal sekaligus.

Dengan sikap seperti itu pula lah kamu dapat fokus mengembangkan strategi kamu. Tanpanya, fokus kamu akan terpecah belah sehingga berujung pada kegagalan. Saya harap kalian semua ingat hal itu.

Stay Hungry. Stay Foolish! 5 Pelajaran Hidup dari Steve Jobs Kepada Mahasiswa

Stay Hungry. Stay Foolish! 5 Pelajaran Hidup dari Steve Jobs Kepada Mahasiswa

Jika kamu ingin belajar bagaimana mendapatkan kehidupan yang baik, Steve Jobs akan menjadi guru terbaikmu. Dalam sebuah pidatonya di Stanford University tentang pengalaman hidup yang dialaminya selama 56 tahun, ia memberikan pesan kepada mahasiswa lulusan kampus tersebut sebagai pelajaran yang dapat diikuti oleh siapa pun. Inilah 5 pelajaran hidup dari Steve Jobs yang dapat diikuti oleh kita semua.

1. Ikuti kata hati dan percaya dengan apa yang ingin dilakukan

Saya tidak tahu apa yang ingin saya lakukan dan tidak tahu bagaimana kuliah membantu saya. Di sini saya menghabiskan semua uang orang tua saya yang dikumpulkan sepanjang hidup mereka. Jadi saya memutuskan untuk drop out dan percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja. Sangat menakutkan pada saat itu, namun juga merupakan salah satu keputusan terbaik yang pernah saya buat.

Enam bulan di tahun pertamanya kuliah di Reed College, Jobs memutuskan untuk drop out karena beberapa masalah yang dihadapinya. Walau status mahasiswanya telah hilang, Jobs tetap berada di sekitar lingkungan kampus. Ia mengikuti mata kuliah yang menjadi minatnya, seperti kelas kaligrafi yang mengeksplorasi font yang berbeda, ruang variabel antara huruf, dan sebagainya.

Padahal sangat jelas kelas ini tidak akan berguna untuk karier di masa depan yang ingin di kejar. Ternyata, setelah 10 tahun kemudian, tipografi yang dipelajari Jobs dituangkan ke dalam Macintosh sehingga menjadi komputer pertama dengan tipografi yang indah.

Keputusannya juga telah membawa dirinya menuju kesuksesan, bukan hanya karena kerja kerasnya. Karena ia mengikuti hatinya dan melakukan apa yang ingin ia kerjakan.

“Jadi, kamu harus percaya, bahwa titik-titik yang kamu lakukan bagaimana pun akan terhubung ke masa depan. Kamu harus percaya dengan intuisi, takdir, tujuan, hidup, karma, apa pun itu pada dirimu. Semua itu tidak akan membuat kecewa karena itulah yang membuat perbedaan di hidup saya,” kata Steve.

2. Semua itu ada hikmahnya

Saya bahkan berpikir untuk lari dari Sillicon Valley. Tetapi perlahan saya sadar bahwa Saya masih menyukai pekerjaan ini dan memutuskan untuk memulai ulang dari awal.

Hal terburuk yang dialami Steve Jobs yaitu saat pemecatan dirinya dari Apple, 10 tahun setelah ia mendirikan perusahaan tersebut. Pada saat itu, Steve Jobs dipecat langsung atas perintah John Sculley, seorang eksekutif yang direkrut dan dipekerjakan sendiri olehnya.

Kejadian tersebut mungkin menjadi hal terburuk baginya, karena apa yang telah menjadi fokus dari seluruh kehidupan Steve telah hilang dan hancur. Akan tetapi, mungkin juga ini menjadi hal terbaik bagi hidupnya.

Akhirnya selama lima tahun setelah itu, Steve mendirikan perusahaan baru bernama NeXT lalu bertemu sekaligus jatuh cinta pada istrinya. Hal ini tidak akan pernah terjadi apabila ia tidak dipecat dari Apple dan ini adalah hal terbaik yang bisa terjadi dari hal terburuk yang menimpa dirinya.

“Kadang hidup memukul kepala kamu dengan batu bata. Jangan putus asa! Saya yakin bahwa satu-satunya hal yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Dan tugas kamu adalah menemukan apa yang kamu sukai,” tambahnya.

3. Lakukanlah sesuatu seakan-akan kamu akan mati besok

Jika kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan sukses.

Ketika berusia 17 tahun, Steve membaca sebuah catatan yang sangat mengesankan, isinya kurang lebih seperti di atas. Sejak saat itu, setiap hari Steve bercermin di depan kaca dan bertanya pada dirinya sendiri.

“Jika hari ini adalah hidup terakhir saya, Apa saya bisa melakukan apa yang ingin saya dapatkan? jawabannya selalu ‘Tidak’. Namun, setelah beberapa hari mengulang pertanyaan yang sama, akhirnya saya sadar bahwa saya harus mengubah sesuatu,” kata Steve.

Kemudian, Steve bercerita tentang hidupnya yang sudah tidak lama lagi karena ia didiagnosa menderita kanker pankreas. Bukan menjadi penghalang, hal ini justru menjadi motivasi terbesar bagi Steve untuk membuat keputusan terbaik dalam hidupnya.

“Karena hampir semua harapan, kebanggaan, rasa takut, malu, atau kegagalan akan tidak ada ketika menghadapi kematian, kecuali meninggalkan apa yang benar-benar penting. Mengingat bahwa kita semua akan mati adalah cara terbaik untuk menghindari jebakan berpikir yang selalu tertuju pada kegagalan. Kamu sudah telanjang, tidak ada alasan untuk menyerah. Cukup ikuti kata hatimu,” ujar Steve dalam pidatonya.

4. Ikuti kata hatimu

Jangan sia-siakan hidup untuk mengikuti hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma yang hidup dari hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan kebisingan pendapat orang lain menenggelamkan suara batinmu sendiri. Dan, yang paling penting, kamu harus memiliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi sendiri. Entah bagaimana, mereka sudah tahu apa yang benar-benar kamu ingin lakukan. Segala sesuatu yang lain adalah sekunder.

Steve mengingatkan bahwa waktu yang kita miliki sangatlah terbatas, sehingga kita harus berhati-hati menghabiskannya dengan mengikuti kata hati.

5. Stay hungry. stay foolish

Stay Hungry. Stay Foolish!

Steve mengakhiri pidatonya dengan kalimat yang ia ambil dari sampul belakang edisi terakhir dari katalog Whole Earth Catalog. ”Stay hungry stay foolish!”, yang memiliki arti agar kita terus memiliki ambisi dan jangan pernah takut mengambil sebuah risiko dalam hidup.

Kemudian, di akhir kalimatnya, Steve menyampaikan harapannya kepada semua lulusan Stanford untuk menjalani hidupnya yang lebih baik dengan percaya pada apa yang dikatakan oleh hati seperti apa yang dilakukan oleh Steve hingga Apple bisa sesukses sekarang.

Pidato lengkapnya dapat kamu simak di sini: